default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rizieq Sebut Partai Islam Dukung Jokowi Berkhianat, PPP : Tidak Ada yang Berkhianat

Rizieq Sebut Partai Islam Dukung Jokowi Berkhianat, PPP : Tidak Ada yang Berkhianat
Politik
Sekjen PPP Arsul Sani saat ditemui wartawan, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA- Sekjen PPP, Arsul Sani menegaskan tidak ada partai Islam yang berkhianat, yang ada hanya berbeda pilihan politik. Hal itu menanggapi pernyataan Habib Rizieq Shihab soal partai Islam berkhianat. Menurutnya, berbeda pilihan politik bukan salah satu acuan suatu partai berkhianat atau tidak.

"Tidak ada partai Islam yang berkhianat. Yang ada adalah partai Islam yang berbeda pilihan politiknya terkait dengan pemillu ataupun pilkada. Berbeda dengan pilihan atau pandangan politik dengan Habib Rizieq Syihab tidak berarti berkhianat terhadap umat Islam," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/4/2019). 

Arsul menjelaskan dalam pilpres ini yang berbeda pandangan politik dengan Habib Rizieq dan kelompoknya bukan hanya partai Islam. Menurutnya Itu pun jika partai Islam yang dianggap berkhianat adalah partai-partai yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Karena yang berbeda dengan Habib Rizieq Syihab itu, misalnya dalam pilpres ini, bukan cuma beberapa parpol Islam, tapi juga dengan para alim ulama, habaib, para kiai, dan tokoh Islam yang jumlahnya puluhan ribu dan dari belasan ormas Islam yang dukung paslon #01," jelasnya.

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu, yang berkhianat adalah pihak yang hendak mengubah atau menoleransi kelompok yang hendak mengubah ideologi bangsa. Kelompok itulah yang pantas disebut sebagai pengkhianat umat Islam. 

"Ajaran Islam sendiri menyikapi perbedaan seperti ini sebagai rahmat sebagaimana terlukis dari sabda Rasulullah SAW bahwa perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat," tegasnya.

"Yang mengkhianati umat Islam itu adalah kalau ada tokoh siapa pun dia dan dari agama atau kelompok mana pun yang hendak mengubah atau menoleransi kelompok yang hendak mengubah 4 konsensus bernegara kita (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika)," tambahnya.

Sebab, hal itu lah yang bisa dikatakan suatu partai baru mengkhianati jika mengganti konsensus bernegara yang disepakati ulama dan umat Islam.

"Mereka ini yang bisa disebut pengkhianat umat Islam karena hendak mengganti konsensus-konsensus bernegara yang sudah disepakati ulama dan umat Islam," katanya.

Sebelumnya, Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq memuji PKS sembari menyindir partai Islam yang menurutnya berkhianat. Hal itu dikatakannya saat Jajaran pengurus PKS menemui Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi.

"Partai Islam yang berkhianat akan kita tinggal," kata Habib Rizieq dalam pertemuan tersebut, seperti dalam keterangan PKS.

 Dalam keterangan dari elite PKS, Habib Rizieq menitipkan pesan kepada PKS untuk terus berpegang teguh pada janji-janjinya agar memperjuangkan serta menjadi corong umat Islam. (ANS).


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Chandra Kirana
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar